Langsung ke konten utama

Postingan

Djagalan van Desa Djebres, Kampong Djagal

Bijna elke ochtend wordt mijn slaap altijd gestoord door het geraas van de dieren die worden geslacht, elke keer als ik terugkeer naar Kampong Sorogenen . Niets ontziende, van de vroege ochtend tot het ochtendgloren vooruit, voor het slachten van dieren, zoals koeien en varkens zijn altijd zingen sunyinya dorp in het midden van de ochtend sfeer. Het geluid van 'verschrikkelijk' dat stil begon te worden terwijl de menigte zich uitstrekte in een gebied genaamd Jagalan. Koeienactiviteiten in de ochtend Koeienactiviteiten in de ochtend Ik herinner het me nog steeds, elke keer dat ik op Jagalan was. De kindertijd die geen entertainment spannend maakt behalve gembot tetris en het speelgoed uit het dorp, waardoor de kinderen rondkijken naar een nogal uitdagend nieuw 'speelgoed'-alternatief. Start blusukan een oude lodges midden van het dorp, vinden en stelen guave van de buren, een hoge muur aan de overkant van de rivier klimmen alleen om de koeien te zien onopgeme...

Nostalgie Desa Djebres Tempo Doeloe

De nieuwe weg naar het station Djèbrès in Soerakarta. Stasiun Jebres sekarang ini :   INGAT BAIK-BAIK BAHWA YANG MENDIRIKAN STATION INI ADALAH MOYANG KAMI,DAN BUKAN PEMERINTAH KOTA SURAKARTA YANG MENDIRIKANNYA,JADI INI BUKAN MILIK PEMERINTAH KOTA SURAKARTA, INGAT JAS MERAH = JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH !!!

Meski Diteror Preman, Warga Kentingan Baru Solo Akan Tetap Bertahan

SOLO (voa-islam.com) – Meskipun rumah mereka rusak parah dan hancur serta rata dengan tanah, warga kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, Jawa Tengah menyatakan akan tetap bertahan di komplek pemukiman warga yang berada tepat di depan Rusunawa Jurug Solo. baca juga di : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/25/25455/meski-diteror-preman-warga-kentingan-baru-solo-akan-tetap-bertahan/#sthash.OSFz66lN.D3dNuP7I.dpbs Pasalnya, warga kampung Kentingan Baru sudah menetap sejak era mantan Walikota Solo, Slamet Suryanto masih menjabat. Sudah sekitar 13 tahun lebih warga perkampungan yang  terdiri dari 8 blok, dan dihuni 86 Kepala Keluarga (KK) tersebut  menetap di lahan yang berada di sebelah timur kampus UNS Solo tersebut. Sesepuh kampung Kentingan Baru, Pak Ande (74 tahun) mengatakan jika awal mula terbentuknya perkampungan itu karena Slamet Suryanto ingin merelokasi rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar lahan tersebut untuk dibuatkan rumah susun sederhana sewa (Ru...

Warga Kentingan Baru Solo Tetap Bertahan

 baca juga di : http://jateng.tribunnews.com/2013/06/24/warga-kentingan-baru-solo-tetap-bertahan TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Warga Kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, yang rumahnya hancur akibat aksi pengerusakan oleh puluhan orang tak dikenal masih bertahan. Mereka berkerumun berjaga-jaga karena ada kabar pelaku akan kembali datang melakukan pengerusakan. Warga memasang sejumlah poster di gang masuk hingga bagian dalam kampung. Tulisan di poster berisi kecaman terhadap para pelaku yang diduga preman. “Kejejaman Preman” adalah satu poster yang ditulis warga. Poster berukuran kecil itu dipasang di reruntuhan rumah seorang warga yang ambruk. Saat memasuki gang-gang kampung, rumah yang roboh masih dibiarkan ambruk. Di bagian depan rumah warga berkibar bendera merah putih. Beberapa aparat kepolisian juga terlihat melakukan penjagaan. Warga terlihat duduk berkerumun di gang-gang kampung. “Warga hanya berjaga-jaga kalau ada aksi serangan lagi. Sebab, ada kaba...

Ketidakjelasan Penjelasan dari BPN Surakarta mengenai Kasus Sengketa Tanah Kentingan Baru

Soal Status Tanah Kentingan Baru, Begini Penjelasan BPN Solo     BPN Solo memastikan tanah Kentingan Baru, Jebres, bukan tanah telantar.  baca juga : http://soloraya.solopos.com/read/20180329/489/907088/soal-status-tanah-kentingan-baru-begini-penjelasan-bpn-solo Solopos.com, SOLO -- Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo, Joko Setyadi, memberikan penjelasan tentang status tanah Kentingan Baru, Jebres, yang tengah disengketakan antara warga yang menempati dan pemilik tanaha. Joko menyatakan tanah di area Kentingan Baru yang banyak ditempati bangunan liar bukanlah tanah terlantar. Berdasarkan aturan atau regulasi pertanahan, tanah telantar merupakan tanah yang tidak dipergunakan secara semestinya oleh perseroan terbatas (PT) berbadan hukum. “Apabila hak pemanfaatan [PT berbadan hukum] tidak sesuai sifat, tujuan, dan kegunaan itulah yang dinamakan tanah telantar, misal untuk hak guna usaha,” ucap Joko saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (28/3...

Persatuan Warga Penting Untuk Mempertahankan Tempat Tinggal 86 KK Miskin di Kentingan Baru Solo

Solo 20 March 2013 LBH Yogyakarta    0 Comments Kentingan Baru, Jebres Solo (Minggu, 18 Maret 2013) baca juga : http://www.lbhyogyakarta.org/2013/03/persatuan-warga-penting-untuk-mempertahankan-tempat-tinggal-86-kk-miskin-di-kentingan-baru-solo/ Sebanyak 20an warga yang merupakan perwakilan dari Paguyuban Harapan Jaya  Kentingan Baru Jebres Solo mengadakan pertemuan dengan Tim Advokasi dari LBH Yogyakarta. Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pengaduan beberapa Pimpinan Paguyuban pada LBH sebelumnya, salah satunya Andreas Y. A. Pengaduan itu terkait persoalan Konflik lahan tempat tinggal 86 kk miskin yang telah menempati lahan Kentingan Baru Solo dekat Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) semenjak tahun 1999. Seperti diketahui semenjak tahun 2009, Paguyuban Harapan Jaya telah berusaha memperjuangkan keberadaan 86 KK miskin yang tinggal di wilayah tersebut. Paguyuban berdiri karena adanya upaya – upaya pengusiran yang dilakukan oleh beberapa pihak ya...

Het geschil van de agrarische wetgeving in Indonesië dat van invloed is op de zaak van het landgeschil Gevallen die hebben plaatsgevonden tussen de regering en de kleine mensen (zoals de rechtszaak over landgeschillen in Kentingan Baru, Surakarta)

Landrechtelijk beleid in Indonesië van tijd tot tijd   Geschreven door: Dr.KPH.Adip.Praboewidjojo, SH, MH   1. Agrarisch beleid • Agrarisch beleid in Indonesië kan niet los worden gezien van de geschiedenis van de Indonesische natie. Daarom wordt bij de presentatie van het agrarisch beleid gebruik gemaakt van een chronologische benadering met opsporing uit de Nederlandse koloniale periode in Indonesië. Om begrip mogelijk te maken, wordt de blootstelling verdeeld volgens de periode na de politieke veranderingen die plaatsvinden in de geschiedenis van onze natie, aangezien beleid een politiek product is.   2. Koloniale periode • In de dagen van de Nederlandse koloniale overheid werd het agrarische beleid geïntroduceerd dat bekend staat als Agrarische Wet 1870 in Nederlands-Indië. De landbouwwet van 1870 opende toen de deur voor de toetreding van groot buitenlands privaat kapitaal, met name Nederland tot Indonesië, en een groot aantal grote landgoederen in Java e...